Moons-Orchid-Kebun
Moons-Orchid-BUKU-1001

Hibrida

Spesies

Buku 1001 Anggrek Spesies
928355
hari ini
Total
392
928355

Published in Tokoh Anggrek

Johann Jacob Smith ( J.J.Sm )

 

Dibesarkan dengan Anggrek dan Meninggal Bersama Anggrek

Johann lahir di Antwerpen, Belgia 29 Juli 1867.  Berkat  bibinya,
Johann kecil mulai menyukai anggrek. Ia bahkan ikut   merawat dan
membuat sketsa tanaman anggrek. Pada usia 10 tahun, ia mulai membuat
herbariumnya sendiri.
Setamat SD  Johann  melanjutkan sekolah  di Amsterdam, Belanda. Di
situ bakatnya terlihat oleh gurunya,  Dr. J.C. Costerus,  yang
menyarankannya mempelajari bidang  horticultura.
Tapi, karena tak ada sekolah lanjutan untuk bidang hortikultura di
sana, Johann bekerja di nurseri  Groenewegen & Co. di  Amsterdam.
Ketika  bekerja itulah ia mulai tertarik pada aneka bentuk bunga yang
unik dan aneh.
Lama kelamaan  minatnya pada tumbuhan semakin meningkat, aspek
komersial hortikultura  jadi kurang menarik lagi baginya. Saat itu sang
guru, Costerus, menyarankan Smith ikut ke Hindia  Belanda, yaitu
Indonesia.
Pada 1891, Smith berangkat ke  Indonesia.  Di sana ia mendapat
pekerjaan pertama sebagai inspektur perkebunanan kopi. Melihat hutan
perawan Indonesia yang menggiurkan, Smith merasa menanam kopi saja
tidak cukup baginya.
Rupanya pucuk dicinta ulam tiba. Smith mendapat undangan dari Profesor
Treub, direktur Buitenzorg Botanic Gardens, alias Kebun Raya Bogor.
Smith diminta menggantikan  sementara   hortikulturis kurator yang
sedang berlibur ke Holland.
Dari Bogor, Smith ditawari bekerja dikebun Cibodas. Lebih dari 30
tahun ia  bekerja di situ. Di sinilah Smith mulai terlibat  dan makin
tertarik dengan tanaman anggrek. Sebagaimana  para ahli di zaman
itu, Smith pun membutuhkan penggambar untuk mengidentifikasi tanaman
anggreknya. Karena tak ada yang ia anggap layak untuk menjadi
asistennya, Smith terpaksa melakukannya sendiri. Ia mendeskripsi dan
membuat ilustrasi  berbagai spesis baru tanaman anggrek.
Tahun 1900, Smith  berangkat ke Maluku dan Sulawesi. Dua tahun
kemudian, ia membawa hasil data tentang tanaman anggrek  Indonesia itu
ke Belanda, menyerahkannya kepada Dr Treub untuk dipublikasikan.
Jasanya ini membuatnya menerima penghargaan gelar kehormatan PhD dari
Universitas Utrecht  pada 1910.

Smith kembali memimpin Kebun Raya Bogor, hingga ia pensiun pada  1924 dan kembali ke Holland. Ia terus bekerja walau   mulai lemah dan sakit. Di rumahnya ia masih menulis untuk buletin Kebun Raya serta melengkapi  data lamanya maupun mendeskripsi tanaman anggrek baru, antara lain  Dendrochilum atjehense J.J.Sm. 1943 dari  Sumatra. Ia juga menulis berjilid-jilid buku tentang genus anggrek dari Jawa, Sumatra, Ambon, Papua, bahkan Semenanjung Malaysia dan Kepulauan Pilipina.

Akhirnya Smith beristirahat di rumahnya dalam kebunnya yang penuh
dengan tanaman anggrek yang dikirimi kawan-kawannya dari berbagai penjuru
dunia. Itulah minat utamanya.
Menjelang  ajalnya, pada perang Dunia II, Jerman menduduki
Holland dan kekurangan bahan bakar memaksa penghentian pemanasan
greenhousenya.
Smith meninggal 1947 di Holland. Lebih dari separo usianya Smith
tinggal di Bogor dan  Cibodas. Sayang tak ada cerita, apakah ia juga
makan karedok atau oncom.

Penulis: Mazna hashim.  Bahan dari berbagai sumber

More in this category: John Lindley (Lindl) »
Moons-Orchid-Koleksi-Artikel
Moons-Orchid-kunjungan-visiting-appointment
Moons-Orchid-Koleksi-pribadi
Budidaya Tanaman  Anggrek Catasetum csMemilih Tanaman Anggrek yang CocokAnggrek sebagai ObatHibrida intergenerikBudidaya Tanaman Anggrek OncidiumSchomburgkiaPemupukan Anggrek-Dendro MiniAnggrek Chiloschista-Si mungil, yang Tak Berdaun, Tidak pula BerbatangAgar Anggrek Bulan Cepat Berbunga Lagi