Moons-Orchid-Kebun
Moons-Orchid-BUKU-1001

Hibrida

Spesies

Buku 1001 Anggrek Spesies
928354
hari ini
Total
391
928354

Cattleya_labiata

Kisah Sebuah Tanaman Anggrek Cattleya

Suatu hari, pada akhir abad ke-18, seorang ahli botani Inggris, yang bernama William Cattley, menerima paket kiriman tanaman tropis dari Brazil. Di antara banyak tanaman itu, ada tanaman anggrek yang terbungkus moss, pakis dan tanaman lainnya. Cattley segera menanam tanaman anggrek itu di pot, dan berupaya merawatnya dengan sabar serta penuh harap.

Saat itu, Inggris sedang gencar membiayai ekspedisi ke berbagai penjuru dunia, untuk memburu tanaman tropis yang eksotis. Berton-ton tanaman dikirim dengan kapal untuk dibudidayakan di Inggris. Namun, tidak banyak kolektor maupun kebun-kebun terkenal -- termasuk Royal Botanic Garden di Kew, Inggris-- yang berhasil menyelamatkan, apalagi membudidayakan, tanaman anggrek dari wilayah tropis itu.

Ternyata, kesabaran William Cattley membuahkan hasil. Pada November 1818, tanaman anggreknya itu berbunga. Tentu saja keberhasilan Cattley menjadi buah bibir di Eropa. Saat itu di Eropa orang belum pernah melihat tanaman anggrek dengan bunga yang demikian besar. Bunga anggrek berwarna ungu serta berbau harum ini, mengegerkan para pencinta tanaman anggrek di Eropa.

Beberapa bulan kemudian, tanaman anggrek yang serupa dengan milik Cattley itu, juga berbunga di Glasgow Botanic Garden di Skotland. Segera John Lindley, ahli botani berkebangsaan Inggris, mendeskripsikan tanaman anggrek itu dalam bukunya Collectanea Botanica, yang diterbitkan pada 1821. Untuk menghormati William Cattley, Lindley menamakan tanaman anggrek itu Cattleya labiata. Tulisan Lindley (yang hingga kini terkenal sebagai pemberi nama bagi tanaman anggrek) membuat nama Cattley populer sebagai nama Genus tanaman anggrek Cattleya, atau Si Ratu Anggrek.

Sementara itu, William Swainson, si pemburu tanaman anggrek itu, menghilang entah ke mana. Dia, yang berbulan-bulan menyabung nyawa di hutan-hutan demi mengirimkan buruannya ke William Cattley dan Glasgow Botanic Garden di Skotland, enggan membuka rahasia tempat Cattleya yang ia temukan itu.

Swainson membiarkan orang mengira-ngira dan mencari tempat asal Cattleya itu. Berbagai berita tersiar menyebutkan nama-nama wilayah di Brazil sebagai tempat Cattleya itu ditemukan. Tempat-tempat itu segera diserbu, tapi semuanya tanpa hasil. Baru 71 tahun kemudian, pada 1889, Cattleya labiata itu ditemukan kembali secara kebetulan dalam keadaan bahagia tanpa gangguan, di habitat aslinya, di Propinsi Pernambuco, Brazil.

Sejak penemuan kembalinya pada 1889 hingga1907, Royal Horticultural Society memberi 15 penghargaan FCC (First Class Certificate) dan 22 AM (Awards of Merit) kepada Cattleya labiata sebagai tanaman anggrek dengan pola warna baru dan mencolok, yang pernah dipamerkan. Kini nama C. labiata telah menghasilkan berbagai hibrida yang cantik.

Kisah petualangan 71 tahun Cattleya labiata dengan penemunya, juga merupakan kisah menarik yang akan kami sajikan nanti.

 

Penulis: Mazna Hashim.  Bahan dari berbagai sumber.

Moons-Orchid-Koleksi-Artikel
Moons-Orchid-kunjungan-visiting-appointment
Moons-Orchid-Koleksi-pribadi
Memilih Tanaman Anggrek yang CocokHibrida intergenerikAnggrek Anguloa-Si Cantik yang Menutup DiriAnggrek sebagai ObatBudidaya Tanaman Anggrek  CattleyaMengatasi Keong di Nurseri AndaAgar Vanda Rajin BerbungaCattleya di Teras RumahSchomburgkia