Moons-Orchid-Kebun
Moons-Orchid-BUKU-1001

Hibrida

Spesies

Buku 1001 Anggrek Spesies
928354
hari ini
Total
391
928354

diploplora_truncata_03

Diploprora truncata Rolfe ex Downie 1925

tanaman spesies anggrek ini berukuran kecil, Bunga anggreknya pun mungil.

Tanaman anggrek monopodial, epifit pada hutan semi teduh yang berhawa sejuk hingga dingin, di India, dan bagian utara Thailand.

 

Ditulis oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto anggrek oleh: Alia Felicia di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor


foto_Heinrich_Gustav_Reichenbach_1823-1889

Heinrich Gustaf Reichenbach (Rchb.f.)

(Dia yang berwasiat untuk menyimpan karyanya selama 25 tahun ) 

Nama Reichenbach, tentu saja tidak asing bagi pencinta tanaman anggrek. Nama ini sering terlihat di belakang nama botani beberapa genus atau pun spesies tanaman anggrek. Contohnya, Aerangis Raichenbach, atau Rchb.f. (yaitu singkatan standar untuk nama tokoh ini ketika menuliskan nama botani suatu tanaman).

Ya, Reichenbach memang yokoh yang berjasa dalam pemberian nama untuk tanaman anggrek.

Reichenbach, putra seorang ahli botani. Ia lahir di Dresden, sebuah kota di pegunungan Jerman, pada 3 Januari 1823. Ia mulai tertarik dan mempelajari tanaman anggrek sejak remaja, karena ia sering membantu sang ayah. Dan pada usia 29 tahun, Reichenbach memperoleh gelar Doctor dalam bidang botani, lewat karyanya tentang pollen tanaman anggrek. Dan teruslah ia berkiprah di bidang anggrek, menjadi guru besar luar biasa untuk bidang botani, hingga ditunjuk menjadi direktur Botanical Garden di Universitas Hamburg, Jerman.

Ketika itu Eropa sedang tergila-gila pada tanaman anggrek dari daerah tropis. Puluhan ribu jenis tanaman anggrek diangkut dengan kapal, lewat pelayaran berbulan-bulan, menuju Eropa. Di Jerman, Reichenbach bertanggungjawab untuk mengenali, kemudian memisah-misahkan tanaman anggrek ini dan memasukkannya ke dalam genusnya masing-masing. Ia membuat catatan, menggambar secara detil hingga ke anatomi semua bunga anggrek itu, karena belum adanya kamera saat itu. Tumpukan karyanya yang sangat banyak menyaingi apa yang dikakukan John Lindley di Royal Botanic Gardens, Kew (yang sering disingkat Kew Gardens atau Kew), yang saat itu belum lama didirikan di Kew, London, Inggris.

Sayang, Reichenbach sering menyombongkan tentang kebanyakan deskripsinya itu, hingga kemudian menimbulkan kebingungan dalam penamaan tanaman anggrek.

Dia juga menyimpan tumpukan hasil karyanya di museum Wina, Austria (saat itu bagian dari Jerman) bukannya di Kew Garden. Padahal, Kew adalah lembaga internasional untuk pendidikan dan penelitian botani. Hal ini diduga akibat kekecewaan Reichenbach pada Kew yang mengangkat Robert Allen Rolfe, sebagai tokoh nomor wahid pemberi nama tanaman anggrek.

Atas permintaannya, karya Reichenbach tidak dibahas dan didiskusikan di Kew hingga 25 tahun sesudah kematiannya. Akibatnya, banyak tanaman anggrek yang dideskripsi ganda, hingga perlu dikoreksi ulang.

Penulis: Mazna Hashim. Bahan: dari berbagai sumber.

Moons-Orchid-Koleksi-Artikel
Moons-Orchid-kunjungan-visiting-appointment
Moons-Orchid-Koleksi-pribadi
Mengatasi Keong di Nurseri AndaCattleya di Teras RumahMemilih Tanaman Anggrek yang CocokAnggrek Terbesar dan Terkecil di DuniaSchomburgkiaAnggrek Rhinchostylis retusaAnggrek sebagai ObatAnggrek Chiloschista-Si mungil, yang Tak Berdaun, Tidak pula BerbatangAnggrek Anguloa-Si Cantik yang Menutup Diri