Moons-Orchid-Kebun
Moons-Orchid-BUKU-1001

Hibrida

Spesies

Buku 1001 Anggrek Spesies

Tahukah Anda

Agar Anggrek Bulan Cepat Berbunga Lagi

Agar Anggrek Bulan Cepat Berbunga Lagi

Setelah hampir semua bunga Phalaenopsis Anda layu, tentu Anda mulai bertanya “kapan lagi tanaman ini berbunga? Apa...

Agar Vanda Rajin Berbunga

Agar Vanda Rajin Berbunga

Dapatkan bibit Vanda yang berkualitas :  Dari sumber/nurseri yang dapat menjamin kualitas tanaman yang dijualnya.Pilih bibit yang...

Cattleya di Teras Rumah

Cattleya di Teras Rumah

- Cattleya adalah tanaman epiphyte*). Di habitat aslinya anggrek ini  hidup   menumpang pada pohon-pohon kayu  besar,  sehingga ...

Pemupukan Anggrek-Dendro Mini

Pemupukan Anggrek-Dendro Mini

Perawatan  Dendrobium mini, tidaklah beda dengan perawatan kakaknya, Dendrobium ”normal.” Mereka dapat ditanam di pot dengan media...

Yang Sering Ditanyakan kepada Moon’s Orchid

Yang Sering Ditanyakan kepada  Moon’s Orchid

Kok saya nggak bisa menanam anggrek? Tidak benar. Siapa saja bisa menanam anggrek. Wanita, pria, tua, muda...

Mengatasi Keong di Nurseri Anda

Mengatasi Keong di Nurseri Anda

Musim hujan artinya musim keong dan siput. Kata orang, “ hampir nggak ada kebun anggrek yang tanpa...

Anggrek sebagai Obat

Anggrek sebagai Obat

Selain keindahannya, Anggrek juga mempunyai manfaat lain, bahkan yang lebih penting ketimbang sebagai  penghias halaman rumah kita....

Memilih Tanaman Anggrek yang Cocok

Memilih Tanaman Anggrek yang Cocok

Untuk meningkatkan keberhasilan Anda dengan tanaman anggrek, ada beberapa hal dasar yang layak dijadikan acuan. Pertama, tentukan...

«
»
872580
hari ini
Total
46
872580

Galeri Unik (7)

Tanaman, tanpa batang tanpa daun? Bisa pula berbunga. Benarkah?
Bukankah dulu kita belajar, bahwa syarat sebuah  tanaman adalah memiliki akar, batang, daun,  bunga  dan buah?

Ya, Anggrek Chiloschista, adalah salah satu genus anggrek.  Memang, dia tanaman anggrek yang unik. Tanpa bunga, pasti tak ada  yang akan percaya dia adalah anggrek. Yang nampak hanya akar yang merayap kemana-mana, tumpang tindih hingga menebal, kadang merayap sampai menggantung di luar medianya. Seperti mie, atau cacing....?

Tapi, walau penuh ”kekurangan”  Chiloschista rajin menampilkan bunga yang mungil, cantik dan tahan lama,  bahkan juga berbuah. Akarnya mengambil peran daun – saudaranya yang enggan hadir—untuk melakukan fotosintesa. Sesekali, daunnya muncul. Sangat mungil.
Penulis: Mazna Hasim
Foto oleh: Alia Felicia di kebun anggrek Moons-Orchid, Cimande Bogor
 

Anguloa, adalah bunga anggrek  spesies yang cantik dan harum. Bulbnya tinggi, daunnya besar dengan tangkai yang panjang pula. Mungkin ini ’dirancang’ untuk memberi ruang bagi bunganya yang muncul dari dasar, dengan tangkai bunga tegak, agar cepat  terlihat di bawah naungan daun.
Bunganya cukup besar untuk menarik perhatian, warnanya pun cerah, tahan lama dan harumnya,.... aduhai.

Namun, uniknya,  kecantikan ini tidak ditonjolkannya, malah seakan ditutupi. Sepal dan petalnya  yang tebal,  mengatup seakan ingin menyembunyikan sesuatu di dalamnya. Padahal, intiplah... Lip dan column tertata indah. Lipnya berbentuk kapal dengan lambung yang menonjol.  Warnanya, disertai bintik-bintik halus, sedikit berbeda dari sepal dan petalnya. Mengapa si cantik ini menutup diri?

Penulis: Mazna Hashim untuk www.moons-orchid.com

 

Paphiopedilum_concolor

  Tentu saja kalau melihat  tanaman anggrek  spesies ini sedang berbunga orang akan langsung faham, kenapa dia bernama Kantong Semar. Yaa, bunganya  dimonopoli oleh lipnya yang berbentuk kantong.

Nah, si kantong inilah yang banyak kisahnya.  Banyak pengunjung kebun Moon’s Orchid, yang begitu melihat si kantong lalu bertanya ”Bu, ini anggrek yang memakan serangga, ya?”

Memang. Saya pun lama membayangkan kantong itu memancing serangga yang hinggap pada bunga itu. Penjelasan ilmiahnya waktu  itu (setengah maksa sih): tubuh serangga  malang itu dilarutkan dan dicerna oleh cairan yang ada dalam kantong, hingga kemudian bisa diserap dan dibagikan ke seluruh bagian tanaman.

Kenyataannya, si Kantong Semar tidak memakan serangga. Serangga itu hanya  ”dijebak,” hingga terperosok  masuk ke dalam kantong, dan saat merayap keluar ia membawa polen dan "meletakkannya" pada putik hingga terjadilah penyerbukan.

Kisah lain, konon, di beberapa daerah asli anggrek spesis ini, Paphiopedilum dikenal sebagai obat kuat untuk pria. Entah karena kantongnya, entah karena unsur kimia yang dikandungnya. Belum ada penjelasan ilmiah  tentang itu. Namanya juga gosip...

Penulis: Mazna Hashim  

Foto: Alia Felicia   

Ekor Tupai yang Harum

Udah pernah tau, kan? Itu lho, bunga anggrek spesies yang  mirip ekor tupai. Eh, bukan bunganya tapi tandan atau tangkai bunga – dengan susunan bunganya— yang menyerupai ekor tupai.

Nama sebenarnya, Rhynchostylis retusa. Dia anggrek spesies Indonesia yang mudah dibudidayakan.  Daunnya berbentuk strap, tidak aneh tidak  unik. Tapi bunga dengan tangkainya yang unik. Bukan cuma unik karena berbentuk ekor tupai  yang menggantung  kadang sepanjang lebih dari 30 cm; tapi proses mekarnya juga unik... mekarnya bukan dimulai dari pangkal seperti umumnya,  tapi  dari ujung....

Itu unik.

Selama ini yang kita tahu, tanaman  anggrek terbesar di dunia adalah Grammatophyllum speciosum .  Berat satu rumpun tanaman anggrek  ini dapat mencapai ratusan  kg. Tapi, selain Grammatophyllum yang berat itu, Vanilla  ternyata adalah raja tanaman anggrek  spesies terpanjang di dunia. Tanaman anggrek spesies ini, yang  merambat (hidup sebagai epifit) pada pepohonan hutan hujan, dapat mencapai 20 meter, bahkan lebih. 
 
Sementara tanaman anggrek  spesies terkecil di dunia  adalah Bulbophyllum minutissimum, yang cuma setinggi 3-4 mm.
 
Padahal,  tanaman anggrek mini ini berasal dari Genus Bulbophyllum,  genus terbesar di dunia. Bukan terbesar ukuran tanamannya, tapi jumlah spesiesnya yang mencapai  lebih dari 1800.
Published in Galeri Unik

Schomburgkia

Schomburgkia

Perlu teleskop untuk menikmatinya?

Anggrek  spesies ini unik dari bawah sampe atas. Bulbnya panjang-panjang,  tumbh ke mana-mana, dengan sedikit daun. Bunganya bagus, banyak kuntumnya, dengan  sepal dan petal sedikit keriting,  mekarnya tahan lama pula.

Tapi kayaknya, semuanya kalah unik ketimbang tangkai bunganya. Bayangkan,  tangkai bunga ini   tinggi menjulang hingga menembus   atap atau penaungnya. sangat panjang. ..bisa mencapai 4 meter, tegak ke atas tanpa perlu penunjang

Di Moon’s Orchid, seorang pengunjung berkomentar.  ”Waah unik sekali ya? Tapi,... kayaknya saya perlu teleskop untuk bisa melihat bunganya. Habis, tingginya lebih dari  3 meter tuh.”

Yah, begitulah. Tapi, para ahli anggrek tak  kurang akal. Agar bunga Schomburgkia lebih mudah  dinikmati, tanpa perlu bantuan teleskop,  penyilang yang kreatif menyilang anggrek spesies ini dengan Cattleya. Hasilnya, unik juga: bunga hibrida  baru ini lebih besar dari Cattleya, keriting seperti Schomburgkia, dengan tangkai  bunga lebih panjang  ketimbang Cattleya tapi.... lebih pendek dari Schomburgkia.

Syukurlah, para tamu   Moon’s Orchid gak akan perlu teleskop.

Catleyschombu_k

Keturunan nan cantik

 

Inilah dia, bunga  hasil perkawinan  antara anggrek yang tidak sejenis.

Eh, bukan beda jenis kelamin, tapi beda  genus,  atau bahasa anggreknya ”hibrida intergenerik.”

Hasil keturunan yang tidak  biasa ini, adalah dari ibu dan ayah dua  genus berbeda, yaitu genus Schomburgkia dengan genus Cattleya.

cantik kan?

Moons-Orchid-Koleksi-Artikel
Moons-Orchid-kunjungan-visiting-appointment
Moons-Orchid-Koleksi-pribadi
Agar Anggrek Bulan Cepat Berbunga LagiPemupukan Anggrek-Dendro MiniAnggrek Paphiopedilum-Kantong  yang  Menyimpan GosipAnggrek Chiloschista-Si mungil, yang Tak Berdaun, Tidak pula BerbatangBudidaya Tanaman Anggrek OncidiumBudidaya Tanaman  Anggrek Catasetum csAnggrek Rhinchostylis retusaAgar Vanda Rajin BerbungaBudidaya Tanaman Anggrek  Cattleya