Moons-Orchid-Kebun
Moons-Orchid-BUKU-1001

Hibrida

Spesies

Buku 1001 Anggrek Spesies

Tahukah Anda

Agar Anggrek Bulan Cepat Berbunga Lagi

Agar Anggrek Bulan Cepat Berbunga Lagi

Setelah hampir semua bunga Phalaenopsis Anda layu, tentu Anda mulai bertanya “kapan lagi tanaman ini berbunga? Apa...

Agar Vanda Rajin Berbunga

Agar Vanda Rajin Berbunga

Dapatkan bibit Vanda yang berkualitas :  Dari sumber/nurseri yang dapat menjamin kualitas tanaman yang dijualnya.Pilih bibit yang...

Cattleya di Teras Rumah

Cattleya di Teras Rumah

- Cattleya adalah tanaman epiphyte*). Di habitat aslinya anggrek ini  hidup   menumpang pada pohon-pohon kayu  besar,  sehingga ...

Pemupukan Anggrek-Dendro Mini

Pemupukan Anggrek-Dendro Mini

Perawatan  Dendrobium mini, tidaklah beda dengan perawatan kakaknya, Dendrobium ”normal.” Mereka dapat ditanam di pot dengan media...

Yang Sering Ditanyakan kepada Moon’s Orchid

Yang Sering Ditanyakan kepada  Moon’s Orchid

Kok saya nggak bisa menanam anggrek? Tidak benar. Siapa saja bisa menanam anggrek. Wanita, pria, tua, muda...

Mengatasi Keong di Nurseri Anda

Mengatasi Keong di Nurseri Anda

Musim hujan artinya musim keong dan siput. Kata orang, “ hampir nggak ada kebun anggrek yang tanpa...

Anggrek sebagai Obat

Anggrek sebagai Obat

Selain keindahannya, Anggrek juga mempunyai manfaat lain, bahkan yang lebih penting ketimbang sebagai  penghias halaman rumah kita....

Memilih Tanaman Anggrek yang Cocok

Memilih Tanaman Anggrek yang Cocok

Untuk meningkatkan keberhasilan Anda dengan tanaman anggrek, ada beberapa hal dasar yang layak dijadikan acuan. Pertama, tentukan...

«
»
907169
hari ini
Total
36
907169

Coelogyne

Published in Genus
Coelogyne_pandurata_anggrek_Hitam_mazna_hashim4 coelogyne_fimbriata__01

 

Coelogyne Lindl. 1821

 

TRIBE Coelogyneae
SUBTRIBE Coelogyninae

Nama anggrek Coelogyne berasal dari bahasa Yunani: koilos artinya rongga, dan gyne artinya wanita, merujuk pada columnnya yang berongga.

Tanaman anggrek Coelogyne terkenal dalam jurnal perdagangan hortikultura dengan singkatan Coel, Genus anggrek Coelogyne memiliki 200 spesies.

Spesies-spesies ini, simpodial, mudah ditemukan di berbagai tempat dengan iklim dan temperatur yang beragam. Misalnya, hutan tropis dataran rendah hingga hutan hujan di wilayah pegunungan; daerah panas, sejuk, hingga dingin; bahkan beberapa spesies tumbuh sebagai terestrial dan litofit di daerah terbuka dan basah.

Wilayah penyebarannya meliputi India, China, Indonesia dan Kepulauan Fiji. Namun, yang paling banyak terdapat di Kalimantan, Sumatera dan Himalaya.
 
oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto  oleh:  Tim Moon's Orchid di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

Chiloschista

Published in Genus

 

Chiloschista_lunifera_15 Chiloschista_usneoides

 

Chiloschista Lindley

TRIBE Vandeae
SUBTRIBE Aeridinae
Dalam perdagangan anggrek dunia, tanaman anggrek Chysis biasa disingkat Chsch.

Nama Chiloschista berasal dari Bahasa Yunani; cheilos artinya bibir, dan chistos artinya terbelah.

Genus anggrek ini terdiri dari 20 spesies, yang tersebar di India, Asia termasuk Indonesia, dan Kepulauan Pasifik higga Australia.

Anggrek Chiloschista termasuk tanaman berukuran kecil, tidak memiliki batang bahkan daun, dan hidup melekat pada ranting-ranting pohon.

Semua spesisnya memang unik karena akarnya, yang juga menjadi ciri khasnya hingga ia dijuluki Anggrek Akar. Akar-akar ini merayap ke mana-mana, berbelitan, tumpang tindih hingga padat, bagai gumpalan mie atau cacing. Karena tanaman ini tidak berdaun, akar-akar inilah yang melakukan tugas fotosintesa hingga warnanya menjadi kehijauan. Sesekali muncul daun mungil, mirip daun Phalaenopsis mini.

Dikutip dari buku 1001 Spesies Anggrek, yang hidup dan berbunga di Indonesia,

oleh Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto   oleh:  Tim Moon's Orchid di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

Angraecum

Published in Genus

angraecum sesquipedale1  spesies                angraecum_didieri_01_mazna_hashim hibrida

Angraecum Bory 1804

TRIBE Vandeae
SUBTRIBE Angraecinae
Dalam perdagangan hortikultura tanaman anggrek Angraecum dikenal dengan singkatan Angcm.

Nama Angraecum berasal dari bahasa Melayu, Anggrek, yang dijadikan Latin.
Sementara dalam lingkungan pencinta anggrek, mereka dikenal sebagai Anggrek Komet karena spurnya yang panjang.

Spesies tanaman bunga anggrek Angraecum ini tersebar di Afrika, Kepulauan Seychelle, Kepulauan Mascarene, Kepulauan Komoro, Madagaskar serta satu spesies di Sri Lanka.

Dikutip dari buku 1001 Spesies Anggrek, yang hidup dan berbunga di Indonesia,

 oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto  oleh: Tim Moon's Orchid di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

 

Gastrochilus

Published in Genus
gastrochilus_a

 

Gastrochilus D. Don 1825

TRIBE Vandeae
SUBTRIBE Aeridinae
Dalam perdagangan dunia genus tanaman anggrek ini dikenal dengan singkatan Gchls.

Nama anggrek Gastrocilus berasal dari bahasa Yunani gaster artinya perut; dan heilos artinya lip, yaitu merujuk pada kantong lipnya.

Ada sekitar 50 spesies monopodial anggrek Gastrochilus, sebagai epifit tersebar di India hingga Asia Tenggara.

Ditulis oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto anggrek oleh: Mazna Hashim di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

Calanthe

Published in Genus

Calanthe_cardioglossa_mazna_hashim

calanthe_rubens_fe2

Calanthe R. Brown 18

TRIBE Arethuseae
SUBTRIBE
Bletiinae
Dalam perdagangan hortikultura tanaman anggrek, Calanthe lazim disingkat Cal.

Nama Anggrek Calanthe diambil dari bahasa Yunani kalos yang berarti indah dan anthos yang artinya bunga.

Tanaman anggrek genus ini memiliki 150-200 spesies yang sangat banyak ditemukan di Asia.

Anggrek spesies Calanthe ini disukai pencinta anggrek sejak tahun 1800-an, disertai pembuatan beragam jenis hibridanya.

ditulis oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
foto anggrek oleh: Mazna Hashim & Alia Felicia di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

 

Chiloschista_usneoides
Anggrek_Chiloschista_usnoides_mazna_hashim_fe

Chiloschista usneoides (D.Don) Lindl.

Tanaman anggrek ini berukuran kecil.

Anggrek ini epifit atau litofit di wilayah panas hingga sedang di Thailand, Myanmar Laos, Himalaya dan Nepal.

Seperti spesies Chiloschista lainnya, Chiloschista usnoides juga berbunga kecil. Tanaman anggrek spesies ini juga tidak memiliki batang dan daun sepertiChiloschista lunifera dan Chiloschista lamifera. Akar anggrek ini menjalar tumpang tindih bagai cacing.

Sinonim: Sarcochilus usneoides Rchb. f.; Thrixspermum usneoides (Rchb. f.) Rchb.f.

Ditulis oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)

Foto anggrek oleh: Mazna Hashim di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

Nia_ke_Kebun_anggrek_Ternyata bulan puasa tidak membatasi pencinta anggrek untuk datang ke kebun anggrek. Hanya 3 hari sebelum hari raya, pasangan muda Nia dan Iwan, juga buah hati mereka-Rahma datang ke kebun anggrek ibu Mazna di Cimande Bogor. Dengan senang kami menyambut mereka. Pasangan muda ini datang untuk membeli anggrek yang sedang berbunga.

Nia memang sudah lama menyukai bunga anggrek, namun karena kesibukannya di kantor, ia khawatir tidak dapat menjaganya dengan detail. Sekarang iya sudah lebih banyak waktu, dan ingin mulai memiliki anggrek di tempat tinggalnya. Mereka tinggal di apartemen rupanya, dan membutuhkan tanaman untuk memberikan kesan alam di sana.

angraecum sesquipedale1

Angraecum sesquipedale Thours 1822

Inilah spesis anggrek paling besar dengan bunga paling spektakuler dalam genus Angraecum, yang mendapat julukan Comet Orchid (Anggrek Komet).

Pembudidayaan tanaman Anggrek Angcm sesquipedale dapat ditanam dalam pot agak besar dan diberi penyangga. Bila  mendapat cukup  sinar dan  kelembaban serta  pemupukan teratur, anggrek ini dapat bertunas hingga membentuk rumpun, dan rajin berbunga.

SinonimAeranthes sesquipedalis (Thou) Lindley;  Angraecum sesquipedale var. angustifolium Bosser & Morat;  Mystacidium sesquipedale Rolfe.

ditulis oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
foto oleh: Mazna Hashim di Kebun Moon's Orchid Cimande, Bogor

Cattleya_labiata

Kisah Sebuah Tanaman Anggrek Cattleya

Suatu hari, pada akhir abad ke-18, seorang ahli botani Inggris, yang bernama William Cattley, menerima paket kiriman tanaman tropis dari Brazil. Di antara banyak tanaman itu, ada tanaman anggrek yang terbungkus moss, pakis dan tanaman lainnya. Cattley segera menanam tanaman anggrek itu di pot, dan berupaya merawatnya dengan sabar serta penuh harap.

Saat itu, Inggris sedang gencar membiayai ekspedisi ke berbagai penjuru dunia, untuk memburu tanaman tropis yang eksotis. Berton-ton tanaman dikirim dengan kapal untuk dibudidayakan di Inggris. Namun, tidak banyak kolektor maupun kebun-kebun terkenal -- termasuk Royal Botanic Garden di Kew, Inggris-- yang berhasil menyelamatkan, apalagi membudidayakan, tanaman anggrek dari wilayah tropis itu.

Ternyata, kesabaran William Cattley membuahkan hasil. Pada November 1818, tanaman anggreknya itu berbunga. Tentu saja keberhasilan Cattley menjadi buah bibir di Eropa. Saat itu di Eropa orang belum pernah melihat tanaman anggrek dengan bunga yang demikian besar. Bunga anggrek berwarna ungu serta berbau harum ini, mengegerkan para pencinta tanaman anggrek di Eropa.

Beberapa bulan kemudian, tanaman anggrek yang serupa dengan milik Cattley itu, juga berbunga di Glasgow Botanic Garden di Skotland. Segera John Lindley, ahli botani berkebangsaan Inggris, mendeskripsikan tanaman anggrek itu dalam bukunya Collectanea Botanica, yang diterbitkan pada 1821. Untuk menghormati William Cattley, Lindley menamakan tanaman anggrek itu Cattleya labiata. Tulisan Lindley (yang hingga kini terkenal sebagai pemberi nama bagi tanaman anggrek) membuat nama Cattley populer sebagai nama Genus tanaman anggrek Cattleya, atau Si Ratu Anggrek.

Sementara itu, William Swainson, si pemburu tanaman anggrek itu, menghilang entah ke mana. Dia, yang berbulan-bulan menyabung nyawa di hutan-hutan demi mengirimkan buruannya ke William Cattley dan Glasgow Botanic Garden di Skotland, enggan membuka rahasia tempat Cattleya yang ia temukan itu.

Swainson membiarkan orang mengira-ngira dan mencari tempat asal Cattleya itu. Berbagai berita tersiar menyebutkan nama-nama wilayah di Brazil sebagai tempat Cattleya itu ditemukan. Tempat-tempat itu segera diserbu, tapi semuanya tanpa hasil. Baru 71 tahun kemudian, pada 1889, Cattleya labiata itu ditemukan kembali secara kebetulan dalam keadaan bahagia tanpa gangguan, di habitat aslinya, di Propinsi Pernambuco, Brazil.

Sejak penemuan kembalinya pada 1889 hingga1907, Royal Horticultural Society memberi 15 penghargaan FCC (First Class Certificate) dan 22 AM (Awards of Merit) kepada Cattleya labiata sebagai tanaman anggrek dengan pola warna baru dan mencolok, yang pernah dipamerkan. Kini nama C. labiata telah menghasilkan berbagai hibrida yang cantik.

Kisah petualangan 71 tahun Cattleya labiata dengan penemunya, juga merupakan kisah menarik yang akan kami sajikan nanti.

 

Penulis: Mazna Hashim.  Bahan dari berbagai sumber.

Dockrillia

Published in Genus

 

Dockrillia Brieger 1981

TRIBE Dendrobieae
SUBTRIBE Dendrobiinae
Dalam perdagangan maupun pembudidayaan tanaman anggrek, Dockrillia dikenal dengan singkatan Doc.

Nama Dockrillia diabadikan pada genus ini untuk mengenang Alick Dockrill, seorang pakar Anggrek berkebangsaan Australia.

Genus anggrek ini relatif baru, yaitu ditetapkan pada 1981, dan baru belakangan ini dipopulerkan bersamaan dengan ditemukannya sekitar 27 spesies.

Sebelumnya, Dockrillia digolongkan dalam genus Dendrobium, walau anggrek ini nampak sangat berbeda.

 

Dikutip dari buku 1001 Spesies Anggrek, yang hidup dan berbunga di Indonesia,

oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto  oleh: Tim Moon's Orchid, di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

 

Moons-Orchid-Koleksi-Artikel
Moons-Orchid-kunjungan-visiting-appointment
Moons-Orchid-Koleksi-pribadi
Yang Sering Ditanyakan kepada  Moon’s OrchidAgar Vanda Rajin BerbungaAnggrek Anguloa-Si Cantik yang Menutup DiriAnggrek Terbesar dan Terkecil di DuniaAnggrek Rhinchostylis retusaMemilih Tanaman Anggrek yang CocokAnggrek Chiloschista-Si mungil, yang Tak Berdaun, Tidak pula BerbatangMengatasi Keong di Nurseri AndaCattleya di Teras Rumah