Moons-Orchid-Kebun
Moons-Orchid-BUKU-1001

Hibrida

Spesies

Buku 1001 Anggrek Spesies

Tahukah Anda

Agar Anggrek Bulan Cepat Berbunga Lagi

Agar Anggrek Bulan Cepat Berbunga Lagi

Setelah hampir semua bunga Phalaenopsis Anda layu, tentu Anda mulai bertanya “kapan lagi tanaman ini berbunga? Apa...

Agar Vanda Rajin Berbunga

Agar Vanda Rajin Berbunga

Dapatkan bibit Vanda yang berkualitas :  Dari sumber/nurseri yang dapat menjamin kualitas tanaman yang dijualnya.Pilih bibit yang...

Cattleya di Teras Rumah

Cattleya di Teras Rumah

- Cattleya adalah tanaman epiphyte*). Di habitat aslinya anggrek ini  hidup   menumpang pada pohon-pohon kayu  besar,  sehingga ...

Pemupukan Anggrek-Dendro Mini

Pemupukan Anggrek-Dendro Mini

Perawatan  Dendrobium mini, tidaklah beda dengan perawatan kakaknya, Dendrobium ”normal.” Mereka dapat ditanam di pot dengan media...

Yang Sering Ditanyakan kepada Moon’s Orchid

Yang Sering Ditanyakan kepada  Moon’s Orchid

Kok saya nggak bisa menanam anggrek? Tidak benar. Siapa saja bisa menanam anggrek. Wanita, pria, tua, muda...

Mengatasi Keong di Nurseri Anda

Mengatasi Keong di Nurseri Anda

Musim hujan artinya musim keong dan siput. Kata orang, “ hampir nggak ada kebun anggrek yang tanpa...

Anggrek sebagai Obat

Anggrek sebagai Obat

Selain keindahannya, Anggrek juga mempunyai manfaat lain, bahkan yang lebih penting ketimbang sebagai  penghias halaman rumah kita....

Memilih Tanaman Anggrek yang Cocok

Memilih Tanaman Anggrek yang Cocok

Untuk meningkatkan keberhasilan Anda dengan tanaman anggrek, ada beberapa hal dasar yang layak dijadikan acuan. Pertama, tentukan...

«
»
898067
hari ini
Total
349
898067

 

Chiloschista_usneoides
Anggrek_Chiloschista_usnoides_mazna_hashim_fe

Chiloschista usneoides (D.Don) Lindl.

Tanaman anggrek ini berukuran kecil.

Anggrek ini epifit atau litofit di wilayah panas hingga sedang di Thailand, Myanmar Laos, Himalaya dan Nepal.

Seperti spesies Chiloschista lainnya, Chiloschista usnoides juga berbunga kecil. Tanaman anggrek spesies ini juga tidak memiliki batang dan daun sepertiChiloschista lunifera dan Chiloschista lamifera. Akar anggrek ini menjalar tumpang tindih bagai cacing.

Sinonim: Sarcochilus usneoides Rchb. f.; Thrixspermum usneoides (Rchb. f.) Rchb.f.

Ditulis oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)

Foto anggrek oleh: Mazna Hashim di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

Nia_ke_Kebun_anggrek_Ternyata bulan puasa tidak membatasi pencinta anggrek untuk datang ke kebun anggrek. Hanya 3 hari sebelum hari raya, pasangan muda Nia dan Iwan, juga buah hati mereka-Rahma datang ke kebun anggrek ibu Mazna di Cimande Bogor. Dengan senang kami menyambut mereka. Pasangan muda ini datang untuk membeli anggrek yang sedang berbunga.

Nia memang sudah lama menyukai bunga anggrek, namun karena kesibukannya di kantor, ia khawatir tidak dapat menjaganya dengan detail. Sekarang iya sudah lebih banyak waktu, dan ingin mulai memiliki anggrek di tempat tinggalnya. Mereka tinggal di apartemen rupanya, dan membutuhkan tanaman untuk memberikan kesan alam di sana.

Kunjungan_ICWKunjungan_ICW


Hari selasa, 25 Juli 2011 ini Moons Orchid senang menyambut kunjungan anggota ICW di kebun. Pemuda yang bergabung dalam organisasi Anti Korupsi ini, sangat bersemangat dan ceria berkeliling di kebun Moons Orchid yang berada di Cimande Bogor.

Setelah melihat-lihat keunikan berbagai Anggrek, kita bakar kambing sambil bertukar cerita. Awalnya saya pikir, hanya orang tua yang menyukai tanaman anggrek, ternyata pemuda/i pun banyak yang menggemari anggrek yang memiliki pesona tersendiri.


Kebetulan banget, Moon's Orchid memiliki program memasyarakatkan Anggrek. Semoga bisa terus berbagi dan memberikan informasi yang bermanfaat untuk perkembangan Anggrek Indonesia.

Di tulis oleh: Alia Felicia

Foto : Julie (ISTOM -France)
Kunjungan_teman-teman_ICW

angraecum sesquipedale1

Angraecum sesquipedale Thours 1822

Inilah spesis anggrek paling besar dengan bunga paling spektakuler dalam genus Angraecum, yang mendapat julukan Comet Orchid (Anggrek Komet).

Pembudidayaan tanaman Anggrek Angcm sesquipedale dapat ditanam dalam pot agak besar dan diberi penyangga. Bila  mendapat cukup  sinar dan  kelembaban serta  pemupukan teratur, anggrek ini dapat bertunas hingga membentuk rumpun, dan rajin berbunga.

SinonimAeranthes sesquipedalis (Thou) Lindley;  Angraecum sesquipedale var. angustifolium Bosser & Morat;  Mystacidium sesquipedale Rolfe.

ditulis oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
foto oleh: Mazna Hashim di Kebun Moon's Orchid Cimande, Bogor

Dockrillia

Published in Genus

 

Dockrillia Brieger 1981

TRIBE Dendrobieae
SUBTRIBE Dendrobiinae
Dalam perdagangan maupun pembudidayaan tanaman anggrek, Dockrillia dikenal dengan singkatan Doc.

Nama Dockrillia diabadikan pada genus ini untuk mengenang Alick Dockrill, seorang pakar Anggrek berkebangsaan Australia.

Genus anggrek ini relatif baru, yaitu ditetapkan pada 1981, dan baru belakangan ini dipopulerkan bersamaan dengan ditemukannya sekitar 27 spesies.

Sebelumnya, Dockrillia digolongkan dalam genus Dendrobium, walau anggrek ini nampak sangat berbeda.

 

Dikutip dari buku 1001 Spesies Anggrek, yang hidup dan berbunga di Indonesia,

oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto  oleh: Tim Moon's Orchid, di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

 

Cattleya_labiata

Kisah Sebuah Tanaman Anggrek Cattleya

Suatu hari, pada akhir abad ke-18, seorang ahli botani Inggris, yang bernama William Cattley, menerima paket kiriman tanaman tropis dari Brazil. Di antara banyak tanaman itu, ada tanaman anggrek yang terbungkus moss, pakis dan tanaman lainnya. Cattley segera menanam tanaman anggrek itu di pot, dan berupaya merawatnya dengan sabar serta penuh harap.

Saat itu, Inggris sedang gencar membiayai ekspedisi ke berbagai penjuru dunia, untuk memburu tanaman tropis yang eksotis. Berton-ton tanaman dikirim dengan kapal untuk dibudidayakan di Inggris. Namun, tidak banyak kolektor maupun kebun-kebun terkenal -- termasuk Royal Botanic Garden di Kew, Inggris-- yang berhasil menyelamatkan, apalagi membudidayakan, tanaman anggrek dari wilayah tropis itu.

Ternyata, kesabaran William Cattley membuahkan hasil. Pada November 1818, tanaman anggreknya itu berbunga. Tentu saja keberhasilan Cattley menjadi buah bibir di Eropa. Saat itu di Eropa orang belum pernah melihat tanaman anggrek dengan bunga yang demikian besar. Bunga anggrek berwarna ungu serta berbau harum ini, mengegerkan para pencinta tanaman anggrek di Eropa.

Beberapa bulan kemudian, tanaman anggrek yang serupa dengan milik Cattley itu, juga berbunga di Glasgow Botanic Garden di Skotland. Segera John Lindley, ahli botani berkebangsaan Inggris, mendeskripsikan tanaman anggrek itu dalam bukunya Collectanea Botanica, yang diterbitkan pada 1821. Untuk menghormati William Cattley, Lindley menamakan tanaman anggrek itu Cattleya labiata. Tulisan Lindley (yang hingga kini terkenal sebagai pemberi nama bagi tanaman anggrek) membuat nama Cattley populer sebagai nama Genus tanaman anggrek Cattleya, atau Si Ratu Anggrek.

Sementara itu, William Swainson, si pemburu tanaman anggrek itu, menghilang entah ke mana. Dia, yang berbulan-bulan menyabung nyawa di hutan-hutan demi mengirimkan buruannya ke William Cattley dan Glasgow Botanic Garden di Skotland, enggan membuka rahasia tempat Cattleya yang ia temukan itu.

Swainson membiarkan orang mengira-ngira dan mencari tempat asal Cattleya itu. Berbagai berita tersiar menyebutkan nama-nama wilayah di Brazil sebagai tempat Cattleya itu ditemukan. Tempat-tempat itu segera diserbu, tapi semuanya tanpa hasil. Baru 71 tahun kemudian, pada 1889, Cattleya labiata itu ditemukan kembali secara kebetulan dalam keadaan bahagia tanpa gangguan, di habitat aslinya, di Propinsi Pernambuco, Brazil.

Sejak penemuan kembalinya pada 1889 hingga1907, Royal Horticultural Society memberi 15 penghargaan FCC (First Class Certificate) dan 22 AM (Awards of Merit) kepada Cattleya labiata sebagai tanaman anggrek dengan pola warna baru dan mencolok, yang pernah dipamerkan. Kini nama C. labiata telah menghasilkan berbagai hibrida yang cantik.

Kisah petualangan 71 tahun Cattleya labiata dengan penemunya, juga merupakan kisah menarik yang akan kami sajikan nanti.

 

Penulis: Mazna Hashim.  Bahan dari berbagai sumber.

Chysis

Published in Genus

chycis_02

Chysis Lindley

TRIBE Epidendreae
SUBTRIBE Chysinae
Dalam perdagangan hortikultura tanaman berbunga anggrek Chysis lazim disingkat Chy.

Nama tanaman anggrek Chysis berasal dari bahasa Yunani, yang artinya meleleh, merujuk pada pollinianya yang sering cenderung melebur.

Ada 9 anggrek spesies dari genus ini yang ditemukan di bagian Tengah Benua Amerika. Namun hanya 2 atau 3 yang dikenal dalam pembudidayaan tanaman anggrek.

Tanaman anggrek Chysis rata-rata berukuran sedang hingga besar.

Cara menanam tanaman anggrek: Walau di habitatnya genus ini ditemukan pada dataran tinggi, namun di Indonesia anggrek ini tumbuh bagus dan rajin berbunga pada daerah berketinggian 500-600 mdpl. Semua anggrek spesies ini cocok ditanam di pot gantung, dengan media standar, atau pada kerat kayu, dalam kondisi sedang dan teduh. Mereka membutuhkan penyiraman dan pemupukan teratur pada saat aktif tumbuh. Setelah berbunga penyiraman dan pemupukan perlu dikurangi.

Perbanyak dengan membelah rumpun.

Dikutip dari buku 1001 Spesies Anggrek, yang hidup dan berbunga di Indonesia,

oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto oleh: Mazna Hashim di Kebun Moon's Orchid Cimande, Bogor

Dalam perdagangan hortikultura Chysis lazim disingkat Chy.

calanthe_cardioglossa_mazna_hashim1
Calanthe_cardioglossa_mazna_hashim

Tanaman_anggrek_calanthe_cardioglossa


 

Calanthe cardioglossa Schlechter 1906
Tanaman anggrek yang satu ini berukuran sedang.

Habitat bunga anggrek kecil ini simpodial atau terestrial di wilayah panas di dataran rendah, hingga dataran tinggi yang dingin di Thailand, Laos dan Vietnam.

Tanaman anggrek ini  termasuk sub-genus Eucalanthe, yaitu yang  menggugurkan daunnya. Bunga anggrek mungil ini memiliki keunikan yang menarik: warna bunganya  berubah seiring umurnya.

Sinonim Calanthe fuerstenbergiana Krzl.; Calanthe hosseusiana Kraenzl.

 

Ditulis oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto anggrek oleh: Mazna Hashim di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

Caularthron

Published in Genus

caularthron_bicornutum

 

Caularthron Raf. 1837

TRIBE Epidendreae
SUBTRIBE Laeliinae

Dalam perdagangan hortikultura, tanaman berbunga anggrek Caularthron biasa disingkat Cau. Genus ini hanya mempunyai 3 spesis, semuanya tanaman berukuran kecil.

Nama anggrek Caularthron berasal dari bahasa Yunani; kaulos artinya batang dan arthron artinya sambungan, merujuk pada pseudobulbnya yang nampak jelas beruas-ruas ketika daunnya telah luruh.

Genus anggrek ini hidup sebagai epifit, kadang litofit, pada wilayah tropis di dataran rendah di Amerika Selatan, dan India Barat.

Dalam hal budidaya tanaman anggrek, ketiga spesis Caularthron termasuk mudah dibudidayakan. Mereka menyukai lingkungan hangat dan sinar matahari; tidak beristirahat, walau di habitat aslinya.

Caularthron sering disilang dengan kelompok Cattleya, menghasilkan genus baru, Caulocattleya.

Dkutip dari buku 1001 Spesies Anggrek, yang hidup dan berbunga di  Indonesia,

oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto oleh:  Tim Moons Orchid  di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

Angraeum Veitchii  

 Angraecum hibrida lain yang juga terkenal,  selain Angraecum Lemforde White Beauty,  adalah  Angraecum Veitchii, yaitu  hasil silangan Angraecum sesquipedale x Angraecum eburneum.

Angraecum  hibrida ini juga  hidup dan berbunga di daerah panas arau pun sejuk, rajin berbunga, dan mudah dirawat.

Bunganya besar, tebal dan tahan lama.angraecum_veitchii

Tanaman anggrek ini dapat beranak hingga membentuk rumpun dengan banyak bunga.

 

Moons-Orchid-Koleksi-Artikel
Moons-Orchid-kunjungan-visiting-appointment
Moons-Orchid-Koleksi-pribadi
Anggrek Chiloschista-Si mungil, yang Tak Berdaun, Tidak pula BerbatangBudidaya Tanaman  Anggrek Catasetum csHibrida intergenerikBudidaya Tanaman Anggrek  CattleyaSchomburgkiaAnggrek Paphiopedilum-Kantong  yang  Menyimpan GosipAnggrek Anguloa-Si Cantik yang Menutup DiriBudidaya Tanaman Anggrek OncidiumAnggrek sebagai Obat