Moons-Orchid-Kebun
Moons-Orchid-BUKU-1001

Hibrida

Spesies

Buku 1001 Anggrek Spesies

Tahukah Anda

Agar Anggrek Bulan Cepat Berbunga Lagi

Agar Anggrek Bulan Cepat Berbunga Lagi

Setelah hampir semua bunga Phalaenopsis Anda layu, tentu Anda mulai bertanya “kapan lagi tanaman ini berbunga? Apa...

Agar Vanda Rajin Berbunga

Agar Vanda Rajin Berbunga

Dapatkan bibit Vanda yang berkualitas :  Dari sumber/nurseri yang dapat menjamin kualitas tanaman yang dijualnya.Pilih bibit yang...

Cattleya di Teras Rumah

Cattleya di Teras Rumah

- Cattleya adalah tanaman epiphyte*). Di habitat aslinya anggrek ini  hidup   menumpang pada pohon-pohon kayu  besar,  sehingga ...

Pemupukan Anggrek-Dendro Mini

Pemupukan Anggrek-Dendro Mini

Perawatan  Dendrobium mini, tidaklah beda dengan perawatan kakaknya, Dendrobium ”normal.” Mereka dapat ditanam di pot dengan media...

Yang Sering Ditanyakan kepada Moon’s Orchid

Yang Sering Ditanyakan kepada  Moon’s Orchid

Kok saya nggak bisa menanam anggrek? Tidak benar. Siapa saja bisa menanam anggrek. Wanita, pria, tua, muda...

Mengatasi Keong di Nurseri Anda

Mengatasi Keong di Nurseri Anda

Musim hujan artinya musim keong dan siput. Kata orang, “ hampir nggak ada kebun anggrek yang tanpa...

Anggrek sebagai Obat

Anggrek sebagai Obat

Selain keindahannya, Anggrek juga mempunyai manfaat lain, bahkan yang lebih penting ketimbang sebagai  penghias halaman rumah kita....

Memilih Tanaman Anggrek yang Cocok

Memilih Tanaman Anggrek yang Cocok

Untuk meningkatkan keberhasilan Anda dengan tanaman anggrek, ada beberapa hal dasar yang layak dijadikan acuan. Pertama, tentukan...

«
»
890059
hari ini
Total
5
890059

Angraeum Veitchii  

 Angraecum hibrida lain yang juga terkenal,  selain Angraecum Lemforde White Beauty,  adalah  Angraecum Veitchii, yaitu  hasil silangan Angraecum sesquipedale x Angraecum eburneum.

Angraecum  hibrida ini juga  hidup dan berbunga di daerah panas arau pun sejuk, rajin berbunga, dan mudah dirawat.

Bunganya besar, tebal dan tahan lama.angraecum_veitchii

Tanaman anggrek ini dapat beranak hingga membentuk rumpun dengan banyak bunga.

 

Dipodium

Published in Genus

dipodium_ensifolium_06

Dipodium R. Brown 1810

TRIBE Cymbidieae
SUBTRIBE Eulophiinae
Tanaman anggrek Dipodium, dalam perdagangan hortikultura lazim disingkat Dip.

Nama anggrek Dipodium berasal dari bahasa Yunani, di yang artinya dua, dan podium yang berarti kaki, yakni merujuk pada 2 stipite-nya yang mencolok.

Dalam genus ini dikenal lebih dari 20 spesies anggrek. Umumnya terestrial, dan sebagian saprofit.

Wilayah penyebarannya meliputi Asia Tenggara hingga Kepulauan Pasifik dan Australia.

 Dikutip dari buku 1001 Spesies Anggrek, yang hidup dan berbunga di Indonesia,  

oleh Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto oleh: Tim Moon's Orchid di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

  

catasetum_expansum_01_a

catasetum_expansum_03
catasetum_expansum_jantan_betina_01

 

Catasetum expansum Reichenbach f.

Tanaman anggrek Catasetum expansum berukuran besar.

Tanaman anggrek spesies ini hidup sebagai epifit di hutan-hutan kering dan hangat di Equador, Amerika Selatan.

Pseudobulbnya tinggi langsing.

Bunga anggrek Catasetum expansum berwarna putih, kuning, hijau, kadang dengan bintik merah marun.

Budidayanya pun tidak sulit.

Ditulis oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto anggrek oleh: Mazna Hashim di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

 

 

chycis_10
chycis_02

Chysis bractescens Lindley

Tanaman anggrek spesies ini berukuran besar.

Tanaman anggrek Chysis bractescens hidup sebagai epifit di hutan-hutan lembab di Meksiko, Guatemala, Salvador dan Nikaragua.

Bunga anggrek spesies Chysis tampil anggun dan mempesona dengan warna gradasi putih menuju kuning.

Cara menanam: anggrek spesis ini tidak sulit berbunga, cocok ditanam di pot gantung atau dilengketkan pada batang kayu yang cukup besar. Kami senang menggunakan batang kayu untuk memberikan kesan alami pada kebun.


Ditulis oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto anggrek oleh: Mazna Hashim di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor



catasetum_tenebrosum_18

Catasetum tenebrosum Kraenzlin

Tanaman anggrek spesies Catasetum tenebrosum berukuran sedang.

Anggrek spesis ini hidup sebagai epifit di hutan-hutan dekat sungai, dan litofit di bukit-bukit yang terpapar sinar matahari, di Equador dan Peru.

Bunga anggrek Catasetum tenebrosum jantan menarik, berdiameter 3-4 cm, berwarna merah marun hingga kecoklatan. Lip kuning.

Bunga anggrek Catasetum tenebrosum betina, seperti yang lainnya, berwarna kuning kehijauan dengan lip berbentuk kantung.

Sinonim: Catasetum tenebrosum var smaragdinum D.E.Benn., Christenson & Collantes.

Ditulis oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)

Foto anggrek oleh: Mazna Hashim di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

 

Anguloa clowesii Lindley 1844
 
Namaclowesii berasal dari Clowes, nama seorang pencinta anggrek asal Inggris.
Tanaman anggrek spesies ini hidup terestrial, kadang epifit pada dataran tinggi hingga sedang di Kolombia dan Venezuela.
 
Cara merawat: tanaman anggrek Anguloa clowesii cocok ditanam di pot, dalam lingkungan panas, sedang hingga dingin.
 
SinonimAnguloa clowesii var flava.
 
Dikutip dari buku  1001 Spesies Anggrek Yang hidup dan berbunga di Indonesia, oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
 
Foto anggrek oleh: Mazna Hashim di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor
 

foto_Heinrich_Gustav_Reichenbach_1823-1889

Heinrich Gustaf Reichenbach (Rchb.f.)

(Dia yang berwasiat untuk menyimpan karyanya selama 25 tahun ) 

Nama Reichenbach, tentu saja tidak asing bagi pencinta tanaman anggrek. Nama ini sering terlihat di belakang nama botani beberapa genus atau pun spesies tanaman anggrek. Contohnya, Aerangis Raichenbach, atau Rchb.f. (yaitu singkatan standar untuk nama tokoh ini ketika menuliskan nama botani suatu tanaman).

Ya, Reichenbach memang yokoh yang berjasa dalam pemberian nama untuk tanaman anggrek.

Reichenbach, putra seorang ahli botani. Ia lahir di Dresden, sebuah kota di pegunungan Jerman, pada 3 Januari 1823. Ia mulai tertarik dan mempelajari tanaman anggrek sejak remaja, karena ia sering membantu sang ayah. Dan pada usia 29 tahun, Reichenbach memperoleh gelar Doctor dalam bidang botani, lewat karyanya tentang pollen tanaman anggrek. Dan teruslah ia berkiprah di bidang anggrek, menjadi guru besar luar biasa untuk bidang botani, hingga ditunjuk menjadi direktur Botanical Garden di Universitas Hamburg, Jerman.

Ketika itu Eropa sedang tergila-gila pada tanaman anggrek dari daerah tropis. Puluhan ribu jenis tanaman anggrek diangkut dengan kapal, lewat pelayaran berbulan-bulan, menuju Eropa. Di Jerman, Reichenbach bertanggungjawab untuk mengenali, kemudian memisah-misahkan tanaman anggrek ini dan memasukkannya ke dalam genusnya masing-masing. Ia membuat catatan, menggambar secara detil hingga ke anatomi semua bunga anggrek itu, karena belum adanya kamera saat itu. Tumpukan karyanya yang sangat banyak menyaingi apa yang dikakukan John Lindley di Royal Botanic Gardens, Kew (yang sering disingkat Kew Gardens atau Kew), yang saat itu belum lama didirikan di Kew, London, Inggris.

Sayang, Reichenbach sering menyombongkan tentang kebanyakan deskripsinya itu, hingga kemudian menimbulkan kebingungan dalam penamaan tanaman anggrek.

Dia juga menyimpan tumpukan hasil karyanya di museum Wina, Austria (saat itu bagian dari Jerman) bukannya di Kew Garden. Padahal, Kew adalah lembaga internasional untuk pendidikan dan penelitian botani. Hal ini diduga akibat kekecewaan Reichenbach pada Kew yang mengangkat Robert Allen Rolfe, sebagai tokoh nomor wahid pemberi nama tanaman anggrek.

Atas permintaannya, karya Reichenbach tidak dibahas dan didiskusikan di Kew hingga 25 tahun sesudah kematiannya. Akibatnya, banyak tanaman anggrek yang dideskripsi ganda, hingga perlu dikoreksi ulang.

Penulis: Mazna Hashim. Bahan: dari berbagai sumber.

caularthron_bicornutum

Caularthron bicornutum (Hooker)Raf. 1836

Bunga anggrek ini memiliki nama julukan Virgin Orchid, entah apa alasannya.


Anggrek spesies Caularthron bicornutum hidup sebagai epifit pada wilayah panas hingga sedang, di dataran rendah, maupun dekat pantai, dan litofit pada bebatuan di tepi sungai, di Kolombia, Venezuela, Guiana, Brazil dan Kepulauan Karibia.


Perbanyak tanaman anggrek ini dengan memecah rumpun.


Ditulis oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto anggrek oleh: Mazna Hashim di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor


calanthe3
calanthe_rubens_mazna_hashim_fe1

Calanthe rubens Ridl. 1890

Tanaman anggrek Calanthe rubens berukuran sedang.

Anggrek spesies ini simpodial dan termasuk sub-genus Eucalanthe. Tanaman bunga anggrek ini terestrial pada wilayah panas hingga sedang di dataran rendah di Thailand, semenanjung Malaysia dan Kepulauan Pilipina.

Bunga anggrek Calanthe ini terkenal dengan lipnya yang unik.

Cara merawat: tanaman anggrek ini mudah menyesuaikan diri dengan situasi. Dapat ditanam di pot dengan media standar untuk terestrial, pada daerah panan hingga dingin.

SinonimCalanthe elmeri Ames; Preptanthe rubens Ridl.

Ditulis oleh: Mazna Hashim (moons-orchid.com)
Foto anggrek oleh: Alia Felicia di Kebun Anggrek Moon's Orchid Cimande, Bogor

Angraeum Lemforde White Beauty

Angraecum,  atau biasa disingkat Angcm adalah tanaman anggrek asal   Afrika.

Tanaman anggrek ini banyak disukai karena  mudah pemeliharaannya, dapat  hidup dan  berbunga di daerah panas maupun sejuk,  dan rajin berbunga.

Dua hibrida Angraecum yang terkenal adalah Angraeum Lemforde White Beauty, yaitu hasil silangan Angraecum sesquipedale x Angraecum magdalena serta Angraecum Veitchii hasil silangan Angraecum sesquipedale x Angraecum eburneum.

Kedua hibrida ini sangat populer karena  rajin berbunga, bunganya besar,  tebal, mengilap, serta  harum dan tahan lama

Angraecum Lemforde White Beauty

Angraecum white beauty

Moons-Orchid-Koleksi-Artikel
Moons-Orchid-kunjungan-visiting-appointment
Moons-Orchid-Koleksi-pribadi
Mengatasi Keong di Nurseri AndaBudidaya Tanaman Anggrek  CattleyaYang Sering Ditanyakan kepada  Moon’s OrchidCattleya di Teras RumahAgar Anggrek Bulan Cepat Berbunga LagiAnggrek Terbesar dan Terkecil di DuniaAnggrek sebagai ObatPemupukan Anggrek-Dendro MiniAnggrek Chiloschista-Si mungil, yang Tak Berdaun, Tidak pula Berbatang